WANGGUDU, 12 JANUARI 2026 – Melanjutkan kesuksesan pembangunan fisik di sektor Bina Marga, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) kini memperluas jangkauan pembangunannya ke sektor Infrastruktur Digital dan Penataan Kawasan Strategis Pariwisata. Langkah ini diambil untuk mewujudkan visi "Konasara Digital" yang dicanangkan pada awal tahun anggaran 2026.
Tahun ini, Dinas PUPR berkolaborasi dengan Diskominfo Konut memulai pembangunan gedung Konasara Command Center yang berlokasi di pusat perkantoran Wanggudu. Proyek ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat integrasi seluruh aplikasi layanan publik (Satu Layanan) yang sedang dikembangkan pemerintah daerah.
Pembangunan ini mencakup:
Pemasangan Jaringan Fiber Optic (FO): Menghubungkan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk mempercepat integrasi data.
Pusat Data Terpadu: Ruang server modern yang mendukung implementasi e-signature dan sistem database terpusat bagi ASN dan layanan publik.
Di sektor pariwisata, Dinas PUPR mengalokasikan anggaran besar untuk peningkatan infrastruktur pendukung di Kecamatan Lasolo Kepulauan. Mengingat Desa Wisata Labengki kini menjadi magnet wisatawan mancanegara, pemerintah membangun:
Dermaga Wisata Modern: Menggantikan dermaga kayu lama dengan konstruksi terapung yang lebih ramah lingkungan dan mampu menampung kapal pesiar mini.
Jalan Lingkar Pulau: Pembangunan jalan setapak (paving block eksklusif) yang menghubungkan titik-titik penginapan dengan fasilitas umum tanpa merusak ekosistem hutan mangrove.
Selain pariwisata, konektivitas jalan menuju Kawasan Industri Terpadu (NIIDA) di Motui juga menjadi prioritas. Perbaikan ruas jalan ini menggunakan standar muatan berat (tonase tinggi) guna mendukung hilirisasi nikel yang menjadi tulang punggung ekonomi Konawe Utara.
"2026 adalah tahun integrasi. Kita tidak hanya membangun jalan beton, tapi juga 'jalan digital' agar pelayanan publik di pelosok Konawe Utara bisa secepat di ibu kota. Semua infrastruktur ini saling terkoneksi," ungkap Bupati Konawe Utara dalam sambutannya saat meninjau lokasi Command Center.
Sisi humanis pembangunan tahun ini juga terlihat dari kelanjutan program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sebanyak 500 unit rumah yang tersebar di wilayah pesisir akan direhabilitasi dengan konstruksi tahan gempa dan sistem sanitasi yang lebih sehat, sejalan dengan program penurunan angka stunting nasional.
Dengan total anggaran yang terukur, Konawe Utara optimis pada akhir 2026 akan menjadi kabupaten dengan indeks infrastruktur terbaik di Sulawesi Tenggara.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Konawe Utara berkomitmen memberikan informasi pembangunan yang transparan.
Hubungi Kami