PUPR Konawe Utara Kebut
12 January 2026
Admin

WANGGUDU, 20 JANUARI 2026 – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tahun ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur skala besar di ibu kota kabupaten, tetapi juga bergerak agresif membuka keterisolasian wilayah pelosok. Langkah ini diambil untuk memperlancar arus logistik dari sentra produksi pertanian, perkebunan, dan pertambangan menuju pasar utama.

Pada tahun anggaran 2026 ini, Dinas PUPR Konut meluncurkan program percepatan pembangunan jalan poros kecamatan dan "Jalan Usaha Tani" yang selama ini kondisinya memprihatinkan.

Betonisasi Jalur Logistik di Wiwirano dan Langgikima

Fokus utama pembenahan jalur logistik diarahkan pada wilayah-wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi namun memiliki akses yang sulit, seperti di Kecamatan Wiwirano, Landawe, dan Langgikima.

Dinas PUPR Konut melaporkan bahwa beberapa ruas jalan vital di kawasan ini mulai ditingkatkan kualitasnya dari pengerasan kerikil menjadi Rigid Pavement (jalan beton). Peningkatan spesifikasi ini dinilai krusial mengingat tingginya lalu lintas kendaraan bermuatan berat (Over Dimension Over Loading/ODOL) yang melintas di area perkebunan sawit dan lingkar tambang.

"Target kami di 2026 adalah menekan biaya logistik yang selama ini mencekik petani dan pengusaha lokal akibat jalan rusak. Dengan jalan beton, waktu tempuh dari kebun ke pabrik atau pelabuhan bisa dipangkas separuhnya. Ini langsung berdampak pada pendapatan masyarakat," tegas Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Konut saat dikonfirmasi di Wanggudu.

Infrastruktur Dasar Masuk Desa

Selain jalan poros ekonomi, pendekatan pembangunan tahun 2026 juga bersifat holistik. Seiring dengan terbukanya akses jalan ke desa-desa terpencil, Dinas PUPR melalui bidang Cipta Karya juga mengintensifkan pembangunan infrastruktur dasar permukiman.

Dua program prioritas yang berjalan paralel dengan pembangunan jalan adalah:

  1. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM): Pembangunan fasilitas MCK komunal dan tangki septik standar di desa-desa yang baru terbuka aksesnya, guna meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan.

  2. Optimalisasi Jaringan Irigasi Desa: Perbaikan saluran irigasi tersier di kawasan persawahan Oheo dan Asera untuk memastikan ketahanan pangan daerah tetap terjaga di tengah gempuran sektor industri.

Pemerataan Pembangunan Menuju Konasara

Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa pembangunan infrastruktur di tahun 2026 harus berazaskan keadilan. "Tidak boleh ada lagi desa di Konawe Utara yang merasa dianaktirikan. Jalan mulus bukan hanya hak orang kota, tapi juga hak petani di pelosok yang menjadi tulang punggung ekonomi kita," ujarnya.

Dengan strategi "Membangun dari Pinggiran" ini, diharapkan pada akhir tahun 2026, kesenjangan infrastruktur antarwilayah di Konawe Utara dapat berkurang secara signifikan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.


Pusat Informasi

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Konawe Utara berkomitmen memberikan informasi pembangunan yang transparan.

Hubungi Kami