WANGGUDU, 12 JANUARI 2026 – Memasuki awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi memulai pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur strategis. Dengan dukungan APBD 2026 sebesar Rp1,2 Triliun, pembangunan tahun ini difokuskan pada penguatan konektivitas antarwilayah dan mitigasi bencana banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Salah satu proyek mercusuar yang mulai dikerjakan tahun ini adalah pembangunan Jembatan Permanen Sambandete di Kecamatan Oheo. Jembatan ini dibangun untuk menggantikan jembatan bailey (darurat) yang telah digunakan sejak tahun lalu.
Pembangunan ini menjadi solusi jangka panjang bagi akses utama yang menghubungkan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Proyek yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp60 miliar ini dirancang dengan konstruksi yang lebih tinggi dan kokoh untuk mengantisipasi luapan sungai saat musim penghujan.
Kepala Dinas PUPR Konawe Utara menegaskan bahwa tahun ini terdapat empat pilar utama pembangunan infrastruktur:
Peningkatan Konektivitas Desa-Kota: Pengaspalan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan sentra produksi pertanian dan pertambangan menuju ibu kota Wanggudu.
Mitigasi Banjir dan Drainase: Pembangunan sistem drainase perkotaan dan tanggul sungai di titik-titik rawan banjir guna melindungi kawasan pemukiman warga.
Penataan CBD Konasara: Melanjutkan pengembangan kawasan pusat bisnis (Central Business District) di Wanggudu sebagai pusat ekonomi baru.
Penyediaan Air Bersih: Perluasan jaringan perpipaan melalui program Pamsimas guna mencapai target akses air bersih 100% di seluruh pelosok desa.
"Kami berkomitmen agar seluruh proyek yang telah direncanakan dalam RPJMD dapat tuntas tepat waktu. Fokus kami bukan hanya membangun fisik, tapi memastikan infrastruktur tersebut berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar perwakilan Dinas PUPR Konut dalam rapat koordinasi di Wanggudu.
Mengingat letak geografis Konawe Utara yang memiliki banyak aliran sungai, Dinas PUPR juga mengalokasikan anggaran khusus untuk infrastruktur mitigasi. Pembangunan kolam regulasi berbasis ekowisata juga tengah dikaji untuk mengurangi debit air sekaligus menjadi destinasi wisata baru bagi warga lokal.
Dengan mengusung semangat visi Konasara (Konawe Utara Sejahtera dan Berdaya Saing), pembangunan tahun 2026 diharapkan dapat memperkecil kesenjangan akses antar-kecamatan dan menjadikan Konawe Utara sebagai kabupaten dengan infrastruktur paling modern di Sulawesi Tenggara.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Konawe Utara berkomitmen memberikan informasi pembangunan yang transparan.
Hubungi Kami